SEKOLAH PEDALANGAN WAYANG SASAK | Agar Kita Tak Hilang Jejak

Peringati Hari Perempuan dan Hari Air, Gema Alam Pentas Wayang

wayangsasak      09 Mei 2016 | kliping


RADIO LOMBOK FM, LOMBOK TIMUR- Pementasan wayang kulit menjadi sarana untuk kampanye peran perempuan dalam pengelolaan sumberdaya alam yang diselenggarakan Gema Alam NTB dan lima komunitas desa kawasan, kemarin malam Selasa 22/3/2016 di halamn Kantor camat Suela Kabupaten Lombok Timur.

Wayang kulit oleh sekolah pedalangan wayang sasak Desa Sesel Lombok Barat sengaja hadir menghibur serta memberi pesan kepada warga. Pementasan wayang yang dimainkan oleh dalang muda Azmi Bayu memainkan wayang kulit dengan tokoh yang cukup akrap di masyarakat, Amaq kesek, Amaq Baok, Amaq Ocong serta tokoh lainya.

Pantauan RADIO LOMBOK FM, warga tumpah ruah menghadiri kegiatan yang merupakan rangkaian dari peringatan hari Perempuan yang jatuh pada 8 Maret 2016 lalu dan hari air 22 Maret 2016 tepat pada malam itu.

Melalui dialog antar tokoh wayang tersebut menjelaskan tentang pentingnya memahami peran perempuan dalam mengelola air. Selain itu diskriminasi dan kekerasan terhadap perempuan serta warga juga dihimbau untuk menjaga lingkungan.

Demikian disampaikan Pak Emi Pembina Sekolah pedalangan wayang sasak mengatakan “pada pementasan kali ini kami mengangkat tema tentang pengelolaan air dan peran perempuan yang harusnya ikut terlibat dalam pengelolaanya” paparnya pada RADIO LOMBOK FM, Selasa 22/3/2016.

Sementara dalam sambutan Ketua Gema alam NTB, Haiziah Gazali, menjelaskan tentang pentingnya peran perempuan dalam pengelolaan sumber daya alam terkait dengan air. Pasalnya perempuan lebih banyak membutuhkan air dalam rumah tangga.

Sehingga dalam pengelolaan air diharapkan peran perempuan lebih ditingkatkan. Karena persoalan air harusnya dikelola bersama.
Hadir pula pada kesempatan itu, antara lain Camat Suela, Kepala polesek Suela, Tokoh masyarakat dan para pemuda serta anggota komunitas lima desa kawasan Desa Suela, Beririjarak, Bebidas, Sapit, Mekar sari. |006|030|

http://lombokfm.com/peringati-hari-perempuan-dan-hari-air-gema-alam-pentas-wayang.html

Share to:

Twitter Facebook Google+ Stumbleupon LinkedIn
kliping | Rencana Kebijakan "Full Day School" akan Dibatalkan

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan akan membatalkan rencana kebijakan perpanjangan jam sekolah dasar dan menengah. Pembatalan ini disambut baik berbagai kalangan. (VOA — li ... baca

kabar | Setiap Tamu Adalah Siswa, Adalah Guru

Nova, Desi, Ina, Farid, Hamdani dan kawan-kawannya sore itu betapa girangnya. Kelas mereka di Sekolah Pedalangan Wayang Sasak (SPWS) , di Desa Sesela, Lombok Barat kedatangan se ... baca

kliping | “Roah Ampenan” Bukti Ampenan Masih Tetap Ampenan

kicknews.today Mataram – Sejak sekitar pukul 20.00 wita alunan suara music etnis kontemporer mulai menggema di kawasan Eks Pelabuhan Kota Tua Ampenan. Sek ... baca

kabar | Labuhan Carik, Petilasan Pertama Wayang Sasak di Lombok

Tak pernah terbayang sebelumnya, para siswa Sekolah Pedalangan Wayang Sasak (SPWS) mendapat kejutan-kejutan dalam perjalanan belajar mereka. Setelah merayakan ulang tahun pertam ... baca

kliping | Multi Talenta, Kini Bertahan Hidup dari Jual Wayang

Menjenguk Para Sesepuh Dalang Wayang Sasak

Lombok punya banyak dalang pewayangan. Pada masa jayanya, mereka dielu-elukan. Tapi roda zaman terus menggilas. Kegemilangan i ... baca

kliping | Sedih karena Wayang Leluhur Diboyong Orang Balanda

Menjenguk Para Sesepuh Dalang Wayang Sasak

Para sesepuh merindukan generasi penerus. Tidak sekedar mempelajari secara teori. Tapi mereka merindukan lahirnya dalang-dalan ... baca

kliping | Terbangkan Wayang Lombok Hingga Eropa dan Amerika

Menjenguk Para Sesepuh Dalang Wayang Sasak

Di balik dalang masih ada “dalang” yang mentukan kesuksesan pentas wayang. Di Panggung ada pemusik dan pengabih, s ... baca


Yayasan Pedalangan Wayang Sasak © 2016
sekolahwayang@gmail.com